AMP dan FRI Untuk West Papua Menuntut Freeport di Tutup dan Memberikan Hak Penentuan Nasib Sendiri

03:15


Foto : Aksi Tutup Freeport dan Memberikan Hak Penentuan Nasib Sendiri Bagi Bangsa Papua (Malang/Satucanel.com)

Malang-  Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan rakyat Indonesia yang tergabung dalam Forn Rakyat Indonesia Untuk West Papua pagi tadi sekitar pukul 09:30 melakukan aksi demostrasi di depan gedung Balai Kota Malang.

Dalam aksi kali ini bertepatan dengan 50 tahun kontrak karya PT. Freeport Indonesia.

Dalam sejarah kontrak karya I dilakukan pada tanggal 7 april 1967 yang di tandatangani oleh presiden Soeharto, dua tahun sebelum Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) di lakukan yakni tahun 1969.

AMP dan FRI-WP dalam aksi kali ini menuntut kepada pemerintah republik Indonesia bahwa, Freeport segera di tutup dan memberikan hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa West Papua.

Aksi demostrasi yang dilakukan pagi tadi tersebut, dijaga ketat oleh aparat keamanan TNI/POLRI walaupaun tidak mengganggu lalulintas dan para peguna jalan lainnya.

Aksi serupa juga dilakukan di Semarang, Jogyakarta, Bandung, Jakarta dan Jayapura. Aksi mahasiswa Papua yang dilakukan di Jayapura 10 orang di tangkap oleh aparat keamanan TNI/POLRI.

You Might Also Like

0 comments

Disqus Shortname

Comments system

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images